Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing
Palangka Raya- Dinas Pendidikan di setiap tingkatan diimbau oleh Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing untuk dapat menetapkan nilai minimal yang harus dicapai siswa dalam memenuhi syarat kelulusan.
Politisi senior PDI Perjuangan Kalteng ini menjelaskan, kelulusan siswa harus tetap ada standar nilai minimal, supaya kualitas pendidikan yang dihasilkan sekolah benar-benar berkualitas dan berdaya saing.
"Saat ini tidak seluruh sekolah Standar Pelayanan Minimal atau SPM nya sama. Kalau SPM di sekolah tersebut sudah bagus, silahkan saja kelulusan diserahkan ke sekolah, tapi saat ini SPM setiap sekolah yang ada saat ini di Kalteng tidak merata," katanya, Rabu (8/3/2023).
selain itu, mantan Bupati Katingan ini menerangkan dulu sekolah menentukan nilai standar syarat lulus minimal, dengan tujuan untuk melihat tingkat kemajuan pendidikan di sekolah.
"Saat ini memang kurikulum kerap berubah - ubah. Saat ini memakai kurikulum merdeka. Tentu kita semua melihat hasilnya nanti, saya belum bisa berharap banyak karena SPM semua sekolah belum terpenuhi secara merata, baik gedung sekolah, guru dan sistem belajar mengajar," tuturnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat dan daerah dirasa pihaknya terlalu terburu-buru dalam menetapkan kelulusan siswa ada di tangan sekolah masing-masing.
"Semestinya penuhi dulu SPM semua sekolah secara merata. Tapi standar belum terpenuhi, sudah buru-buru membuat kebijakan baru. Kantor perusahaan swasta atau instansi pemerintah dalam mencari pegawai untuk dapat diterima, maka harus sesuai kualifikasi tertentu atau bagi SMK ada sertifikat keahlian. Kalau SDM kualitasnya rendah, akan sulit bersaing dalam dunia usaha dan lainya," jelasnya lagi.
Pihaknya berharap hasil lulusan tahun ini tetap dievaluasi oleh pihak dinas dan sekolah, lalu untuk uji kemampuan siswa-siswa harus tetap dilakukan secara maksimal.
"Untuk melihat capai kemajuan dunia pendidikan khususnya kualitas SDM anak-anak sekolah di seluruh daerah di Kalteng," tutupnya.(ML/OR2)
Baca juga: Para Guru di Minta Pastikan Para Siswa Tidak Berkeliaran Saat Jam Belajar