Ilustrasi (pixabay)
Saat ini mulai muncul penyakit hepatitis akut yang melanda sejumlah Negara. Di Indonesia, penyakit yang belum diketahui penyebabnya itu mengakibatkan 3 pasien anak meninggal dunia di Jakarta.
Baca juga: Waspada! Kemenkes RI Laporkan 3 Pasien Anak Hepatitis ”Misterius’ Meninggal Dunia
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng saat ini sudah mengambil sejumlah langkah antisipasi.
“Saat ini sistem kewaspadaan dini sudah diaktifkan di seluruh Kalteng. Semua fasilitas kesehatan diminta melaporkan jika ada kasus probable (diduga),” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul saat dihubungi, Senin (9/5/2022).
Walaupun hingga saat ini belum terdeteksi kasus hepatitis akut ini masuk ke Kalteng, namun langkah antisipasi sudah mulai dilakukan.
“Tentu kita akan menyatakan sebagai kejadian luar biasa dan akan menerapkan langkah-langkah penanggulangan seperti isolasi penderita, pelacakan kontak dan pengobatan penderita,”ujar Suyuti yang juga mantan Direktur RSUD dr. Immanudin, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng.
Sebelumnya ada tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.
Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.
Saat ini Kementerian Kesehatan RI sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.
“Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, melansir laman resmi Kemenkes RI.(OR2)