Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Jiham Nur.
kontenkalteng.com, Muara Teweh – Torehan membanggakan Kecamatan Lahei Barat yang berhasil meraih Juara Umum IV dalam Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan (IMBT) 2025 dinilai sebagai indikasi kuatnya potensi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Anggota DPRD Barito Utara, Jiham Nur, yang memberikan apresiasi tinggi atas capaian kontingen Lahei Barat.
Baca juga: Jagau Kota Palangka Raya dan Bawi Nyai Kotim Juarai Grand Final Pemilihan Jagau & Bawi Nyai Pariwisata Kalteng Tahun 2022
Menurut legislator dari Fraksi Partai Demokrat tersebut, keberhasilan ini bukan sekadar hasil lomba, tapi juga bukti bahwa pembinaan seni dan budaya di tingkat kecamatan telah membuahkan hasil nyata.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa Kecamatan Lahei Barat tidak hanya memiliki kekayaan budaya, tetapi juga semangat untuk mempertahankannya. Ini aset yang harus terus dibina dan diberi ruang berkembang,” kata Jiham, Jumat (12/9).
Konsistensi prestasi tersebut menempatkan Lahei Barat di peringkat keempat dari sembilan kecamatan yang berpartisipasi.
Camat Lahei Barat, Adi Suwarman, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah mendukung persiapan kontingen. Ia juga menegaskan komitmen kecamatan dalam terus mengembangkan potensi budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter wilayah.
Lebih jauh, Jiham Nur menilai bahwa keberhasilan Lahei Barat dan kecamatan lainnya dalam IMBT harus ditindaklanjuti dengan dukungan sistemik dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal pembinaan generasi muda.
“Festival ini bukan hanya ajang hiburan. Ini adalah ruang strategis menjaga identitas di tengah arus globalisasi. Kita di DPRD akan terus mendorong agar anggaran dan program pembinaan budaya mendapat perhatian lebih,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan festival seperti IMBT bergantung pada kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan legislatif dalam memperkuat akar budaya lokal.
“Budaya adalah kebanggaan. Saya mengajak semua pihak, terutama anak muda, untuk tidak hanya menjadi peserta, tapi juga pelaku dan pelestari,” tutup Jiham Nur. (OR1)