Katma F. Dirun : FKUB Award Perlu Diapresiasi

Kepala Badan Kesbangpol Menghadiri Acara FKUB Award

kontenkalteng.com , Palangka Raya – Kepala Badan Kesbangpol Prov. Kalteng Katma F. Dirun beranggapan Forum Kerukunan Umat Beragama Award adalah inisiatif yang sangat positif dan perlu diapresiasi.

Baca juga: Pemprov Kalteng Berhasil Raih 3 Penghargaan BKN Award

Hal ini diungkapkan Katma F Dirun saat menghadiri acara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Award sekaligus Lauching Buku Potret Moderasi Beragama di Tengah Pluralisme, di Aula Eka Hapakat Lt. 3 Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (28/2/2024).

Award yang diberikan dalam forum tersebut dapat menjadi penghargaan yang memotivasi upaya-upaya memperkuat kerukunan antar umat beragama di Kalimantan Tengah, ujarnya.

“Melalui penghargaan ini, diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat semakin menyadari pentingnya kerukunan beragama dalam membangun harmoni dan keberagaman di tengah-tengah masyarakat. Penghargaan bisa menjadi bentuk apresiasi atas upaya-upaya konstruktif yang dilakukan oleh individu, kelompok, maupun organisasi dalam memperkuat kerukunan beragama," tutur dia.

Menurutnya, penghargaan ini juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kerja sama lintas agama. Dengan memberikan penghargaan, diharapkan cita-cita kerukunan beragama dapat terus diperjuangkan dan diapresiasi oleh lebih banyak pihak.

"Sebagai pemangku kepentingan yang turut bertanggung jawab dalam memperkuat kerukunan umat beragama, saya mendukung Forum Kerukunan Umat Beragama Award sebagai upaya positif untuk membangun kesadaran dan semangat kolaboratif dalam menjaga keberagaman dan harmoni di Kalimantan Tengah. Semoga melalui penghargaan ini, semangat kerukunan beragama semakin tumbuh dan menjadi landasan kuat bagi pembangunan masyarakat yang inklusif dan berdaya," katanya.

“Harapan saya adalah agar inisiatif ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah kondisi keberagaman dan pluralisme yang semakin kompleks di masyarakat," pungkasnya.(Sur/OR1)