Staf Ahli Gubernur Bidang KSDM Suhaemi saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng (dok. Diskominfosantik Kalteng)
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM) Suhaemi membuka secara resmi kegiatan Asistensi Teknis Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari pada tanggal 24-25 Mei 2022 di Aula Serbaguna Bappedalitbang Prov. Kalteng, Selasa (24/5/2022).
Baca juga: Pj. Sekda Kalteng Buka Rapat Koordinasi Teknis Indikator SPM Pendidikan Tahun 2022
Kegiatan asistensi ini dilaksanakan dalam rangka untuk menindaklanjuti amanat Pasal 4 dan 5 Permendagri Nomor 53 Tahun 2020, bahwa pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) mempunyai tugas dan fungsi, salah satunya menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah, dengan melibatkan lintas sektor Perangkat Daerah.
Sahli Gubernur KSDM Suhaemi saat menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mengatakan terjadinya wabah COVID-19 sejak tahun 2020 lalu telah mengakibatkan dampak yang sangat dirasakan dalam semua aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial, hingga perekonomian, di mana banyak masyarakat mengalami penurunan pendapatan atau bahkan kehilangan mata pencaharian. Hal ini jelas berakibat terhadap meningkatnya jumlah penduduk miskin di Indonesia umumnya dan di Prov. Kalteng khususnya, termasuk juga kegiatan penyusunan RPKD ini belum terlaksana.
”Pemerintah memiliki komitmen kuat dan sangat serius untuk terus melakukan upaya-upaya dalam mengatasi berbagai dampak yang disebabkan pandemi COVID-19, dan sekaligus untuk mengendalikan bertambahnya jumlah penduduk miskin”, ucap Suhaemi.
Lebih lanjut disampaikan, untuk di Kalteng, dampak pandemi khususnya terhadap perekonomian masyarakat masih terkendali, dalam arti pertambahan penduduk miskin masih tidak ekstrem, karena adanya kebijakan program, kegiatan, dan anggaran dari Pemerintah Prov. Kalteng dalam ”Kalteng Berkah” untuk membantu masyarakat yang rentan miskin akibat pandemi COVID-19. Berdasarkan data BPS, gambaran penduduk miskin di Prov. Kalteng selama dua tahun terakhir tahun 2020 dan 2021, yaitu pada tahun 2020 sebesar 4,82 % dan pada bulan September Tahun 2021 menjadi 5,16 %, namun masih berada di bawah angka nasional.(OR1)