Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengecek kartu suara sebelum melakukan pencoblosan
kontenkalteng.com, Palangka Raya-Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bersama Ketua TP PKK Prov Kalteng Ivo Sugianto Sabran melakukan pencoblosan kartu suara pemilu 2024, bertempat di TPS 02 Taman Juanda, jalan Juanda Palangka Raya, Kalteng, Rabu (14/2/2024).
Baca juga: Gubernur Sugianto Sabran Ajak Masyarakat Kalteng Gunakan Hak Pilihnya Pada Pemilu 2024
Menariknya, Gubernur Sugianto Sabran menggunakan baju putih polos lengan panjang, sementara istrinya juga mengenakan baju putih bermotif bunga warna merah.
"Alhamdulillah pesta demokrasi hari ini berjalan aman dan damai serta kondusif. Pada tempatnya saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, KPU dan BAWASLU hingga pada jajaran paling bawah yang bertugas di 7000 lebih TPS di Kalimantan Tengah,"ujarnya usai mencoblos..
Untuk itu dia minta bersama-sama mengawal hasil Pemilu melalui mekanisme yang tersedia, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
"Sama halnya dengan hasil Pemilu Legislatif, semoga melahirkan wakil-wakil rakyat yang amanah, menjadi pejuang dan penyerap aspirasi masyarakat yang diwakilinya,"paparnya.
Sebab menurut Sugianto, pemilu berkualitas bukan hanya melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas dan berintegritas, namun diharapkan mampu membawa seluruh masyarakat terangkat harkat dan martabatnya dalam segala hal aspek kehidupan.
Gubernur juga berharap DPD dan DPR RI terpilih nantinya bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi untuk membangun Kalteng ke depannya.
"Dengan bersama-sama membangun Kalimantan Tengah, maka semua menjadi mudah, sebab untuk membangun Kalimantan Tengah butuh anggaran besar. Tanpa bantuan mereka yang terpilih, Gubernur juga akan tertatih-tatih membangun Kalimantan Tengah,"ujarnya.
"Saya juga berharap mudah-mudahan dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, ada perhatian dari Presiden terpilih kepada regional Kalimantan agar putra-putra terbaik Dayak bisa bergabung dalam kabinet. Kita harapkan ada 1-3 orang yang bisa menjadi menteri membantu presiden," tandasnya.
(Yanti-OR1)