Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Kalteng Dimenangkan Inventor asal Kabupaten Kapuas

Penyerahan Piala dan Uang Pembinaan Kepada Juara TTG

kontenkalteng.com , Palangka Raya - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Penutupan dan Pengumuman Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Teknologi Tepat Guna Unggulan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024, bertempat di Ruang Kahayan 2 Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (18/4/2024).

Baca juga: Jagau Kota Palangka Raya dan Bawi Nyai Kotim Juarai Grand Final Pemilihan Jagau & Bawi Nyai Pariwisata Kalteng Tahun 2022  

Adapun hasil lomba pada kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna, Juara I diraih oleh Ali Mustapa dari Kabupaten Kapuas dengan karya inovasi Alat Pemupuk Tanaman Nanas dan Tanaman Pangan. Juara II diraih oleh Rahmad Ariadi dari Kabupaten Kotawaringin Timur dengan karya inovasi SabutLiber Alat Pengupas Sabut Kelapa. Juara III diraih oleh Weldu dari Kabupaten Murung Raya dengan karya inovasi Alat Pengolah Limbah Organik.

Kemudian, pada kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna Unggulan, Juara I diraih oleh Markurius Abednegoe dari Kabupaten Katingan dengan karya inovasi Olah Sampah Organik Menjadi Sabun Natural Eco Enzyme Ramah Lingkungan. Juara II diraih oleh Eko Dedi Saputro dari Kabupaten Pulang Pisau dengan karya inovasi Alat Penabur Benih Padi. Juara III diraih oleh Singkir dari Kabupaten Kapuas dengan karya inovasi Produksi dan Pengembangan Probiotik untuk Budidaya Ikan dan Ternak.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah Etty Aprilya menyampaikan bahwa besar harapan kegiatan Lomba TTG Tingkat Prov. Kalteng ini dapat menjadi katalisator bagi pengembangan dan pemantapan hasil inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih kepada masyarakat desa dalam pengelolaan sumber daya alam desa.

"Kegiatan ini adalah komitmen dalam memberdayakan masyarakat, sehingga benar-benar mampu dan optimal dalam peningkatan penggunaan dan pemanfaatan TTG khususnya di desa," ungkapnya.(Sur/OR1)