Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Hj. Sunarti saat menyerahkan Surat Persetujuan Pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan kepada pihak Perum Bulog Divisi Regional Kalteng (dok. Diskominfosantik Kalteng)
Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKP-D) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan menerbitkan Register Produk Beras Fortivit. Penerbitan Register Produk Beras Fortivit berdasarkan permintaan dari Bulog Divre Kalteng.
OKKP-D Kalteng melalui Dinas Ketahanan Pangan Kalteng telah mengeluarkan Surat Persetujuan Pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan nomor 26/OKKPD-KH/II/2022 tanggal 15 Februari 2022. Masa berlaku Surat Persetujuan Pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan mulai 15 Februari s/d 15 Februari 2027.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Hj. Sunarti mengatakan beras fortivit ini merupakan beras sehat yang bisa menjadi salah satu alternatif preferensi masyarakat.
Mengkonsumsi beras fortivit yang sangat bermanfaat bagi komunitas paramedis yang berjuang sebagai garda terdepan pada masa pandemi, serta sangat cocok diberikan kepada Ibu hamil untuk mencegah bayi cacat lahir, perempuan usia remaja untuk mencegah anemia, juga anak-anak pada usia pertumbuhan untuk mengatasi stunting atau gagal tumbuh.
“Terobosan fortifikasi produk pangan seperti pada garam, tepung terigu, minyak dan beras yang telah dikembangkan saat ini, sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas nutrisi di makanan. “ujarnya.
Kalteng sebagai lumbung pangan nasional juga mengembangkan padi kaya gizi dengan Inpari Nutri Zinc dalam upaya peningkatan gizi salah satu prioritasnya adalah penurunan angka stunting,tutur Hj. Sunarti , Kamis (10/3/2022).
Sebagaimana diketahui, masalah utama yang muncul selama pandemi Covid-19 adalah pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang dan stress.
Mengkonsumsi beras fortivit yang sangat bermanfaat bagi komunitas paramedis yang berjuang sebagai garda terdepan pada masa pandemi, serta sangat cocok diberikan kepada Ibu hamil untuk mencegah bayi cacat lahir, perempuan usia remaja untuk mencegah anemia, juga anak-anak pada usia pertumbuhan untuk mengatasi stunting atau gagal tumbuh.
“Terobosan fortifikasi produk pangan seperti pada garam, tepung terigu, minyak dan beras yang telah dikembangkan saat ini, sangat bermanfaat guna meningkatkan kualitas nutrisi di makanan. “ujarnya.
Kalteng sebagai lumbung pangan nasional juga mengembangkan padi kaya gizi dengan Inpari Nutri Zinc dalam upaya peningkatan gizi salah satu prioritasnya adalah penurunan angka stunting,tutur Hj. Sunarti , Kamis (10/3/2022).
Sebagaimana diketahui, masalah utama yang muncul selama pandemi Covid-19 adalah pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang dan stress.
Akibatnya, terjadi masalah gizi yakni kurangnya gizi (termasuk stunting), obesitas dan kekurangan zat gizi mikro sehingga menyebabkan daya tahan tubuh rendah dan mudah terinfeksi, ungkap dia.(OR1)
Baca juga: Tekan Inflasi, Pemprov Kalteng dan Bulog Salurkan Beras Bersubsidi di Sampit