Anggota DPRD Kalteng, Rusita Irma.
kontenkalteng.com, Palangka Raya - Hingga saat ini masyarakat yang berada di wilayah pedesaan Kalimantan Tengah ( Kalteng), masih banyak mengeluhkan terkait minimnya pembangunan infrastruktur menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca juga: Pemerintah Diminta Lakukan Pemerataan Nakes
Anggota DPRD Kalteng, Rusita Irma mengaku, jika pada saat dirinya melakukan reses ke berbagai daerah, masih terdapat infrastruktur jalan dan jembatan penghubung ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memperihatinkan di wilayah pedesaan.
Padahal, infrastruktur tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Akhirnya masyarakat harus membutuhkan waktu yang cukup lama, agar dapat sampai ke puskesmas atau rumah sakit," katanya, Senin (20 November 2023).
Dijelaskannya, masyarakat di pelosok desa harus mengandalkan jalur sungai dan perahu mesin sebagai sarana transportasi dan kondisi tersebut tentunya menghambat masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas.
Pusat pelayanan kesehatan yang lebih besar, dengan dokter dan peralatan yang lebih lengkap, biasanya terletak jauh dari desa-desa tersebut.
"Sudah selayaknya pemerintah provinsi dan kabupaten memperhatikan dan memperbaiki infrastruktur tersebut agar masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan yang berkualitas. Infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap berbagai layanan dan meningkatkan kualitas hidup mereka," ucapnya.
Untuk itu, lanjut Rusita Irma, pihaknya terus mendorong agar pemerintah setempat dapat memberikan perhatian pasa aspirasi masyarakat tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya turut mengupayakan solusi untuk mengatasi kendala dan ketidakmerataan infrastruktur jalan dan jembatan yang mengganggu hak akses masyarakat, terutama akses terhadap layanan kesehatan.
"Penting bagi kita sebagai warga masyarakat untuk dapat memberikan dukungan dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur agar akses terhadap layanan kesehatan dapat terjamin dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat," pungkasnya. (OR1)