Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah(Foto: MMCKalteng)
Kontenkalteng.com, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Triwulan II Tahun 2026 di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: OPINI : Menghadapi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah
Kegiatan ini dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah yang mewakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam sambutan tertulisnya, ditegaskan bahwa forum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem usaha terintegrasi sekaligus memperluas akses keuangan bagi masyarakat.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan ekonomi daerah yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Darliansjah.
Ia menekankan, penguatan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem pendukung yang komprehensif, mulai dari akses pembiayaan, kepastian pasar, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, perekonomian daerah pada Triwulan IV Tahun 2025 tumbuh sekitar 4,80 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto mencapai Rp64,7 triliun. Meski menunjukkan tren positif, struktur ekonomi masih didominasi sektor primer yang belum sepenuhnya memberikan nilai tambah optimal.
“Kondisi ini menjadi dasar penting pelaksanaan FGD PED yang diinisiasi bersama Otoritas Jasa Keuangan untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif melalui penguatan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung sektor riil,” jelasnya.
Sebagai bagian dari pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, Pemprov Kalteng juga telah meresmikan Desa Misik di Kelurahan Kalampangan sebagai Kampung UMKM yang diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi masyarakat terintegrasi.
Melalui forum ini, pemerintah bersama para pemangku kepentingan mendorong sinergi lintas sektor guna menghasilkan langkah konkret, seperti perluasan akses pembiayaan, penguatan kemitraan usaha, serta pengembangan produk unggulan daerah.
“Sinergi yang kuat menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Darliansjah.(SUR/OR1)