Rembuk Stunting Tahun 2022.(Ist)
Buntok, - Penjabat (Pj) Bupati Barito Selatan (Barsel), Lisda Arriyani menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2022.
Baca juga: ASN Pemkab Barsel Diminta Melaporkan SPT Tahunan
“Ini merupakan tahun ke-3 kita berkumpul melaksanakan rembuk stunting untuk mengupayakan solusi terbaik dalam pencegahan dan penanganan permasalahan stunting bersama-sama serta dalam merealisasikan program yang telah dirancang,” ucap Lisda Arriyani kepada awak media, Senin (22/8/2022).
Ia menyampaikan, masalah stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional yang mengacu pada putusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas.
Kabupaten Barsel sendiri termasuk salah satu dari 360 kabupaten kota sasaran intervensi penurunan stunting terintegrasi Tahun 2021 yang dilaksanakan Kementrian Kesehatan.
"Prevelensi stunting di Barsel sebesar 31,4% atau menurun 9,3% dari angka 40,7% pada Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Barsel mempunyai target menurunkan prevalensi stunting hingga 14% pada Tahun 2024 sesuai dengan rencana aksi daerah," terangnya.
Masih dikatakan Lisda, tingkat prevelensi masih tinggi dan harus diatasi bersama-sama secara sinergitas yang melibatkan sektor-sektor, dan elemen-elemen yang berhubungan dengan penurunan pelaksanaan stunting di Kabupaten Barsel yang artinya harus menurunkan sebesar 17,4% dalam 2,5 tahun kedepan.
“Harapan kedepan juga dalam penanganan stunting ini level kita akan baik ke level yang lebih atas untuk wilayah Kalimantan Tengah bagi kabupaten yang termasuk stuntingnya tinggi dan juga mohon dukungan leading sektor dan masyarakat,” tutupnya. (OR1)