Ilustrasi Oksigen (foto: Gatra.com)
Palangka Raya-Saat ini stok atau persediaan oksigen yang diperuntukan untuk pasien covid-19 dirumah sakit Kalteng hanya untuk 7 hari 6 jam. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sedang mengusahakan untuk mencari tambahan baik dari pemerintah pusat atau perusahaan yang beroperasi di Kalteng.
Baca juga: Bantuan 133 Unit Okxygen Concentrator Untuk Covid-19 Tiba di Kalteng
“Kalau sampai habis oksigen akan sangat beresiko karena memang kebutuhan okisen untuk covid-19 ini luar biasa (banyaknya). Untuk pasien penyakit biasa itu kebutuhan oksigen rata-rata 4-5 liter permenit, tapi kalau pasien Covid-19 sampai 48 liter permenit,”terang Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul kepada wartawan di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (26/7/2021).
Melonjaknya kebutuhan oksigen ini dikarenakan kebutuhan Kalteng meningkat 3 kali lipat dari kebutuhan saat normal. Dan untuk mengantisipasinya yakni fasilitas kesehatan melakukan upaya saling pinjam diantar mereka.Maksudnya, rumah sakit yang banyak stok dipinjam dulu, nanti kalau datang baru dikembalikan
“Namun yang jadi masalah adalah rumah sakit yang sendirian dikabupaten itu . Kita juga mendesak teman-teman penyalur oksigen untuk menambah kouta,”ujarnya.
Dibagian lain Suyuti Syamsul juga mengatakan, Pemprov Kalteng telah melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan oksigen, salah satunya menyurati Pemerintah Pusat supaya memperhatikan Kalteng agar ketersediaan oksigen tercukupi.
“Bapak Gubernur juga menyurat ke Pemerintah Pusat dan seluruh distributor oksigen yang ada diseluruh Kalteng menambah produksi, memastikan bahwa distribusi bisa berjalan dengan bagus. Kita juga sangat beruntung, Korindo dalam 2 hari ini, dimana PT. Korindo di Pangkalan Bun bisa memproduksi 900 tabung besar perhari. Sehingga itu nanti akan mengurangi tekanan yang kita alami”, jelas Suyuti, seperti dikutip dari rilis Diskominfosantik Kalteng, Senin (26/7/2021).
“Diharapkan juga Pemerintah Kabupaten/Kota dapat menghubungi industri yang menggunakan tabung oksigen supaya untuk sementara bisa ditambahkan atau dibantu ke Rumah Sakit. Diharapkan ketersediaan oksigen tidak menjadi masalah yang sangat darurat”, tutup Suyuti (Redaksi)