Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa.
Kontenkalteng.com , Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Debora Holdae Veronika Lesa meminta pemerintah kota agar dapat lebih menggencarkan upaya penurunan stunting di daerah ini.
Baca juga: Sekda Kalteng Laporkan Stunting dan Inflasi Hingga Penyelenggaraan Pemerintahan Umum Ke Sekjen Kemendagri
Dirinya mengaku mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota dalam menurunkan angka stunting di Palangka Raya, salah satunya dengan mengajak anak-anak untuk mengikuti giat makan telur bersama di halaman kantor kelurahan Kereng Bangkirai beberapa waktu lalu.
"Langkah pemerintah kota dalam memberikan telur sebagai makanan tambahan untuk mencegah stunting merupakan kebijakan yang sangat baik dan perlu didukung. Kami di dewan tentu mendukung program-program yang dilakukan oleh Pemko," katanya, Senin, 5 November 2024.
Dia menjelaskan, bahwa DPRD Kota Palangka Raya akan mengkaji lebih dalam terkait berbagai program lain yang mendukung upaya pencegahan stunting di daerah ini.
Ia menyarankan, salah satu upaya dalam menekan angka stunting adalah melaksanakan seminar atau edukasi mengenai dampak pernikahan dini dan edukasi tentang stunting.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting sejak dini," ucapnya.
Bahkan, ujar Debora, upaya Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah dilakukan beberapa waktu laku itu sejalan dengan target nasional untuk menurunkan angka stunting, khususnya dengan memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak sebagai salah satu faktor utama.
Untuk itu dirinya meminta agar pemerintah tak bosan-bosannya membuat berbagai terobosan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang anak dapat terus meningkat.
"Karena memang kesehatan merupakan modal utama kita untuk memajukan pembangunan daerah. Tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas, kita akan kesulitan untuk melanjutkan dan membuat program baru yang berdampak positif pada daerah," ujarnya.
Srikandi partai Demokrat ini meminta pemerintah kota agar dapat membangun program-program yang melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, seperti posyandu, kelompok ibu hamil, dan kader kesehatan.
Selain itu, pemerintah kota juga diminta agar dapat memberikan penghargaan kepada masyarakat yang aktif dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Palangka Raya.
"Tentu kami siap memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi antar lembaga terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan lembaga masyarakat. Serta kami juga siap mengadakan forum diskusi dan rapat koordinasi untuk membahas strategi dan program pencegahan stunting di Kota Palangka Raya," pungkasnya.(Sur/OR2)