Masyarakat Kecamatan Ketapang antusias hadiri Pasar Penyeimbang
kontenkalteng.com, Samnpit- Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan, Wagub menyampaikan kegiatan Pasar Penyeimbang ini dilaksanakan untuk menjaga stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok yang ada di Kabupaten Kotim.
Baca juga: Wagub Buka Pasar Murah dan Pasar Penyeimbang di Pematang Karau Bartim
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H. Edy Pratowo membuka secara resmi Pasar Penyeimbang yang berlokasi di Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (20/1/2024).
"Tidak hanya di Ketapang, tetapi juga nanti dilaksanakan di kecamatan lain seperti Baamang, Parenggean, Mentaya dan lain-lain. Kita melaksanakan Pasar Penyeimbang di Kotim selama tiga hari dari tanggal 20-22 Januari mendatang," jelasnya.
Paket sembako pada Pasar Penyeimbang ini berisikan beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, sarden 1 kaleng, dan mie instan 4 bungkus.
Usai buka Pasar Penyeimbang di Kecamatan Ketapang, Gubernur dan Wagub beserta rombongan sambangi Pasar Penyeimbang yang berlokasi di Kantor Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang.
Setibanya di Baamang, Wagub mengatakan Pasar Penyeimbang adalah Program Pemprov Kalteng dalam mengendalikan inflasi dan mengurangi beban masyarakat khususnya yang terdampak inflasi yang masih berlangsung hingga saat ini. "Meskipun inflasi di Kalteng cukup terkendali dan termasuk salah satu provinsi terendah inflasi," ucapnya.
Setibanya di Baamang, Wagub mengatakan Pasar Penyeimbang adalah Program Pemprov Kalteng dalam mengendalikan inflasi dan mengurangi beban masyarakat khususnya yang terdampak inflasi yang masih berlangsung hingga saat ini. "Meskipun inflasi di Kalteng cukup terkendali dan termasuk salah satu provinsi terendah inflasi," ucapnya.
Sebelumnya Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan Pasar Penyeimbang ini adalah gerakan pengendalian inflasi se-Kalteng tahun 2024, yang dimulai dari Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Pada Pasar Penyeimbang ini disediakan 4000 paket sembako senilai 150 ribu rupiah per paket, tetapi disubsidi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 130 ribu rupiah, sehingga harganya cuma 20 ribu rupiah saja. Namun demikian saya dan keluarga akan memberikan subsidi lagi secara pribadi senilai 20 ribu rupiah per paket sehingga paket sembako ini gratis," ujar Gubernur. (Yanti-OR1)