Kondisi Pasar Kahayan saat banjir (18/11/2021) dan saat kering (surut ) Senin (22/11/2021)
Banjir yang terjadi sejumlah tempat dalam sepekan di Palangka Raya akibat tingginya curah hujan, saat ini mulai surut. Warga sudah mulai melakukan aktifitas mereka sehari-hari.
Baca juga: Korban Banjir di Kalteng Mulai Terserang Penyakit Gatal
Dari pantauan di Pasar Kahayan dan Jalan Mendawai, Palangka Raya kemarin sore (Senin, 22/11/2021), banjir akibat luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan yang menggenangi kawasan ini hampir sepekan terakhir mulai surut.
Bahkan di Pasar Kahayan yang selama banjir otomatis terhenti aktifitas jual- beli, saat ini sudah mulai ramai. Para pedagang mulai membersihkan toko atau lapak mereka dan kembali berjualan.
“Alhamdulliah, banjir mulai surut sejak hari minggu malam (21/11/2021) dan saat ini benar-benar sudah kering jadi kami berjualan kembali,” ujar Rusniah, penjual sayuran di Pasar Kahayan.
Saat ini kata dia, sudah banyak pedagang yang kembali berjualan dan para pembeli juga mulai berdatangan untuk belanja.
Banjir Jalan Mendawai Kota Palangka Raya saat banjir (18/11/2021) dan kondisi surut , Senin (22/11/2021)
Sementara itu banjir di Jalan Mendawai juga mulai surut. Jalan ini sebelumnya tergenang air dengan ketinggian hampir 50 cm itu sehingga warga harus mengungsi, saat ini benar-benar sudah kering.
Sisa banjir memang masih nampak menggenangi di Jalan Mendawai I dengan ketinggian sekitar 50 cm, namun warga yang berada di jalan tersebut sebagian sudah mulai kembali kerumah mereka masing-masing.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu meminta camat dan lurah di kota setempat, untuk aktif memantau kondisi posko penanganan dan pengungsian pasca banjir yang ada saat ini.
Diketahui sebut dia, ada lima kecamatan dan 21 kelurahan yang terdampak banjir, yang berarti lebih dari setengah Kota Palangka Raya telah terdampak banjir.
“Camat dan lurah tentu lebih mengetahui kondisi masyarakat diwilayahnya. Maka itu kami minta lurah dan camat aktif dalam membantu masyarakat terdampak. Termasuk memantau situasi posko pengungsian,”ungkapnya, merilis dari laman resmi Pemko Palangka Raya, Senin (22/11/2021).
Menurut Hera, selain aktif dalam memantau kondisi warga, camat dan lurah juga diharap aktif berkoordinasi dengan instansi teknis. Seperti BPBD Kota Palangka Raya, maupun dengan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.