Polisi Melakukan Penyekatan di Jalan trans Kalimantan Bukit Rawi yang ditutup (dok Humas Polda Kalteng)
Debit air akibat luapan Sungai Kahayan yang menggenangi jalan Trans Kalimantan di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, hingga saat ini mencapai 1,5 meter. Kondisi ini mengakibatkan jalan tersebut ditutup karena tak bisa dilalui kendaraan apapun.
Baca juga: Jalan Trans Kalimantan Bukit Rawi Ditutup
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Kalteng Komisaris Besar Kismanto Eko Saputro, di Palangka Raya.
“Saat ini badan jalan yang tergenang mencapai 4,5 Km dengan titik terdalam mencapai 151 cm . Memang saat ini ada penurunan sekitar 3 cm,”ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).
(dok.Humas Polda Kalteng)
“Untuk sementara waktu Jalan Lintas Kalimantan-Kuala Kurun di Bukit Rawi masih ditutup, karena sudah tidak bisa dilalui kendaraan apapun,” tegas Eko.
Selain itu kata dia, petugas juga menyiapkan 3 unit speedboat yang digunakan untuk membantu penyeberangan gratis bagi pers SPN Polda Kalteng, TNI/Polri, PNS dan tenaga kesehatan.
“Sedangkan titik masuk lokasi banjir, dari arah Palangka Raya maupun arah Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas sudah dipasang spanduk himbauan agar kendaraan tidak masuk kearah lokasi banjir,” jelasnya.
Untuk diketahui, banjir di Jalan Trans Kalimantan ini diakibatkan meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan yang lokasinya berdekatan dengan jalan tersebut.
Padahal jalan ini merupakan akses penting yang menghubungkan Palangka Raya dengan sejumlah Kabupaten yang berada di DAS Barito seperti Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya dan Gunung Mas.
Memang ada jalur lain untuk sampai ke sejumlah kabupaten yang berada di DAS Barito tersebut yakni dengan cara memutar dari Palangka Raya dengan melewati Kota Banjarmasin dan sejumlah kabupaten di Kalsel.
Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang saat meninjau jalan Trans Kalimantan yang banjir (dok. Humas Polda Kalteng)
Namun jika melewati jalur ini jarak tempuh semakin jauh yakni sekitar 15 jam, sementara bila melewati Jalan yang banjir itu hanya sekitar 4-6 jam.
Dibagian lain, Komisaris Besar Kismanto Eko Saputro menjelaskan, saat ini petugas dilokasi bencana sudah mendirikan posko bencana yang terdiri dari Polres Kabupaten Pulang Pisau, TNI, BPBD, Dishub, Dinsos, Satpol PP, pemadam kebakaran dan juga Damkar.
“Di posko lokasi banjir kita juga menyiapkan dapur umum MCK dan air bersih di dekat posko terpadu,”ujarnya.