Harga Daging Ayam di Palangka Raya Melonjak Tajam, Pedagang Makanan Menjerit

Warga nampak sedang membeli ayam di Pasar Kahayan, Palangka Raya (Foto: Kontenkalteng.com)

kontenkalteng.com, Palangka Raya-Hampir sepekan ini harga daging ayam potong di Palangka Raya, Kalteng harganya melonjak tajam, dari semula Rp 37 ribu perkilogram saat ini melonjak jadi Rp 43 ribu perkilogram. Kenaikan harga ini membuat para pedagang makanan menjerit karena ayam potong adalah bahan baku utama untuk jualan mereka.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan Naik Tajam di Pasar Palangka Raya

Fauziah (35) pemilik warung soto Banjar ‘Abah Lala’ yang berada diseputaran Pasar Besar Palangka Raya mengaku kenaikan harga ayam yang sangat drastis ini membuat dia harus memutar otak agar tetap bisa jualan dan pelanggan tidak lari.

“Kenaikan ini membuat saya pusing, sebab misalnya menaikan harga soto jelas tidak mungkin karena bisa lari pelanggan, tapi kalau mengurangi potongan ayam juga tidak mungkin nanti pelanggan akan complain,”ujarnya, Senin (29/5/2023)

Senada dikatakan Rahmi (27) pemilik warung ayam geprek dibilangan Jalan Sisingamangaraja Palangka Raya. Dia terpaksa menaikan harga 1 porsi ayam gepreknya dari semula Rp 14 ribu perbungkus menjadi Rp 17 ribu perbungkus.

“Kenaikan harga ayam ini jelas memaksa saya harus menaikan harga jualnya karena dipasar harga ayam juga sudah mahal,”katanya.

Terpisah, Siti Mariani (55) pedagang ayam di Pasar Kahayan Palangka Raya mengaku kenaikan harga ini sudah terjadi sepekan ini.

Bila sebelumnya Rp 37 ribu perkilogram sekarang melonjak jadi Rp 45 ribu perkilogram.

Namun kata dia, kalau  di Pasar Besar harganya lebih murah yakni  Rp 43 ribu perkilogram atau ada selisih Rp 2000 dengan di Pasar Kahayan yang harganya Rp 45 ribu perkilogram.

“Menurut para pemasok, kenaikan harga ayam ini diakibatkan harga pakan ternak yang juga mulai naik sehingga mempengaruhi harga ayam juga,”paparnya.(OR1)