Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Masih Ditopang Oleh Produksi CPO

Deputi Perwakilan BI Kalteng Magfur

kontenkalteng.com, Palangka Raya-Deputi Perwakilan BI Kalteng Magfur mengatakan, sebagian besar pertumbuhan ekonomi Kalteng masih didorong oleh sektor pertanian, dalam hal ini adalah produksi Crude Palm Oil (CPO) kelapa sawit perkebunan dan dari subsektor tanaman pangan Kalteng menyumbang 10%.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kalteng 3,30%, Rendah dibanding Nasional dan Kalimantan

Hal itu dikatakannya saat Seminar Nasional Ketahanan Pangan, bertempat di Aula Rahan Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (4/7/2023).

Diakuinya saat ini saat pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan I tahun 2023 sebesar 3,22%, relatif melambat dibandingkan triwulan IV tahun 2022.

“Karenanya perlu kita pikirkan lebih dalam lagi, bagaimana potensi-potensi pertanian tanaman pangan itu dapat bertumbuh dan berkembang di Kalimantan Tengah, sehingga dapat mensuplai kebutuhan Kalteng, juga kita dapat melakukan suplai ke provinsi-provinsi tetangga termasuk nantinya ibukota negara” jelas Magfur.

Dari data Tahun 2021 menyebutkan, luas perkebunanan kelapa sawit di Kalteng yang mencapai  luas 1.778.702 Ha atau sekitar 10.86 % dari Luas Kelapa sawit di Indonesia,

Kemudian  jumlah produksi crude palm oil (CPO) nasional mencapai  51,58 juta ton, dan Kalimantan Tengah menyumbang sebanyak  5,6 juta ton

Sementara itu  Asisten Ekbang Leonard S. Ampung mengatakan, dalam pengendalian inflasi di Kalimantan Tengah, sehingga inflasi Kalteng masih terjaga rendah dan perlahan terus menurun kembali kepada kisaran sasaran inflasi Nasional 3% ± 1%.

“Namun demikian, berbagai potensi risiko tekanan inflasi ke depan perlu kita waspadai bersama, mulai dari potensi El-Nino hingga tekanan dari sisi permintaan domestik, sejalan dengan dicabutnya status pandemi oleh Pemerintah yang akan meningkatkan mobilitas masyarakat” kata Leo.

Lebih lanjut ia menyebutkan, sebagai Provinsi di Indonesia dengan lahan terluas sebesar 157.983 km², Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan produktif yang diharapkan dapat dikembangkan untuk kebutuhan pangan. (Dhan-OR2)