Hasil Produk Kerajinan Rotan Kalteng Milik UEI
Bagi masyarakat di Kalteng keberadaan tanaman rotan sudah menjadi bagian hidup sejak dulu. Sejak jaman nenek moyang rotan tanaman yang memberikan kehidupan bagi masyarakatnya.
Baca juga: Menikmati Cantiknya Kreasi Tas Anyaman Rotan Dari ‘Jawet Itah’
Produk rotan bisa dibuat untuk berbagai macam kerajinan seperti meja kursi, taplak meja, tas hingga tikar. Tak hanya untuk rotan muda bahkan bisa dijadikan kuliner yang digemari wisatawan.
Salah satu warga Kalteng yang saat ini fokus untuk mengembangkan usaha berbahan dasar rotan adalah Adel, owner dari UEI.

Usaha ini sudah di geluti sejak tahun 2015 dengan memanfaatkan pengrajin lokal. Usaha ini tidak hanya untuk mengembangkan miliknya sendiri melainkan juga dapat membantu perekonomian masyarakat lokal sesuai dengan hastagnya #DIBERKATIUNTUKMENJADIBERKAT.
Menurutnya anyaman rotan memiliki prospek ekonomi yang baik mengingat ketersediaan bahan baku yang banyak dan minat konsumen yang cukup besar.
Permintaan pasar akan anyaman rotan sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat lokal daerah kerena keterbatasan masyarakat daerah untuk menjual ataupun mempromosikan barang mereka.

“Produksi yang ditawarkan UEI adalah kerajinan berupa barang jadi, tetapi jika konsumen ingin membeli bahan mentah berupa tikar atau sejenisnya, UEI juga menyediakan sesuai permintaan konsumen tersebut,” ujar pria asli Dayak itu
Menurut Adel, produk yang ingin tonjolkanya adalah anyaman rotan itu mempunyai nilai budaya yang tinggi dan dari setiap motif yang dijadikan dalam satu bentuk kerajinan itu mengandung sebuah arti dan makna yang sangat dalam, tuturnya.
Adapun jenis rotan yang pertama kali dibudidayakan di Indonesia adalah jenis rotan Sega atau Taman kemudian berlanjut pada rotan Irit.
Untuk pemasarannya UEI menggunakan market place, world of mouth, social media dan pameran. Selain itu bisa membeli secara langsung di Jalan Kutilang Asri No.07 Palangka Raya atau menghubungi Nomor WhatsApp (0812 4414 0228).