Menikmati Cantiknya Kreasi Tas Anyaman Rotan Dari ‘Jawet Itah’

Palangka Raya-Kerajinan manjawet (menganyam) rotan, bagi masyarakat Suku Dayak sudah dilakoni turun temurun.  Tak hanya dibuat sebagai alas lantai yang biasa dikenal dengan nama lampit, kerajinan rotan juga dibuat berbagai macam kreasi mulai dari topi, sandal,  sepatu hingga tas yang model dan coraknya tak kalah dengan buatan pabrikan.

Baca juga: Yuk, Mengintip Cantiknya Hasil Produk Kerajinan Rotan Kalteng Milik UEI

Salah satu wanita yang menekuni usah kerajinanan anyaman rotan di Palangka raya bernama Raudah. Dengan menggunakan merek dagang ‘Jawet Itah’ wanita ini terus mengembangkan usaha kerajinan rotan terutama berbentuk tas dengan model kekinian untuk anak muda

“Salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar kita ialah dengan memanfaatkan produk-produk dari alam untuk usaha kerajinan. Masyarakat dayak sejak dulu memanfaatkan rotan dan memiliki tradisi  “Manjawet” (menganyam rotan) menjadi produk-produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi dan seni yang sangat tinggi. Kearifan lokal dayak memiliki potensi karena itu perlu digali dan dilestarikan kembali”, ujar Raudah,  owner Jawet Itah beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, selama ini untuk bahan baku berupa rotan tak ada masalah bagi warga Kalimantan. Ini  karena hampir semua warga memiliki kebun rotan sehingga bisa mengambil kapanpun saat dibutuhkan.

Selain itu warga juga sudah puluhan tahun terbiasa untuk mengolah rotan ini untuk dijadikan berbagai jenis kerajinanan tangan seperti tas dengan berbagai bentuk hingga kerajinan lainnya.

Dan Kalimantan Tengah memiliki aset sumber daya alam yang besar dan harus dikelola secara bijaksana dalam rangka pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan agar dapat menciptakan dan memberdayakan sumber daya Kalimantan Tengah yang berkualitas.

Dikatakan Raudah, usaha yang sudah ditekuni selama 12 tahun itu mengusung  konsep kewirausahaan berkelanjutan lingkungan merupakan alternatif model bisnis yang sesuai dengan pertumbuhan di Kalimantan Tengah. Industri kerajinan dari bahan baku khas tanaman hutan di Kalimantan Tengah seperti rotan, purun, getah nyatu, kulit kayu, dan lain-lain.

“Hutan yang ada di Kalimantan Tengah menyimpan kekayan alam yang bermacam-macam. Sehingga sumber daya alam inilah yang seharusnya biasa kita manfaatkan secara intensif.”tuturnya.

Dan untuk mengembangkan usahanya Raudah menggandeng Klinik Bisnis, sebuah platform yang getol membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalteng.

“Saya percaya klinik bisnis merupakan platform yang hadir untuk menjawab segala bentuk persoalan yang dihadapi UMKM, salah satu contohnya kami seluruh mitra klinik bisnis diberikan pelatihan. Hal yang saya rasakan setelah menjadi mitra adalah berkembangnya usaha saya”jelasnya.

Diapun berharap agar pemerintah lebih memperhatikan para UMKM supaya bisa mampu lebih berkembang lagi membawa kearifan lokal Kalimantan Tengah.

“Semoga dengan usaha kearifan lokal Dayak dari kerajinan anyaman rotan khas Kalimantan Tengah yang saya jalankan mampu bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi daerah”. pungkasnya

Anda tertarik dengan  dengan produksi Jawet Itah? Datanglah ke Jalan Kecipir, Kota Palangka Raya.(Red)