2024, Pemprov Kalteng Akan Bangun PLTS di 20.900 Rumah Masyarakat

Wakil Gubernur H. Edy Pratowo saat membuka Pasar Penyeimbang/Pasar Murah di Kantor Camat Pematang Karau

kontenkalteng.com, Palangka Raya-Pada tahun 2024 ini, Pemprov Kalteng akan banyak meluncurkan program-program ke kabupaten/kota salah satunya pada tahun 2024 ini, Pemprov Kalteng menganggarkan untuk pembangunan kepada masyarakat untuk mendapatkan listrik PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Baca juga: Tahun 2024 Sasaran 20.900 Rumah Tangga di Kalteng Dapatkan Pemasangan PLTS

 “Ada 20.900 rumah tangga sasaran se Kalimantan Temgah termasuk Barito Timur yang akan dibantu untuk mendapatkan pemasangan PLTS,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo meninjau sekaligus membuka Pasar Penyeimbang/Pasar Murah di Kantor Camat Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Jumat (2/2/2024). 

Lebih lanjut disampaikan, selain itu juga akan ada pembangunan jaringan listrik baru bagi masyarakat yang belum ada jaringannya. Ada 5.500 jaringan listrik baru yang akan masuk. Selain program percepatan pembangunan kelistrikan di kabupaten/ kota, Pemprov Kalteng juga akan mempercepat pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian.

Diungkapkan Wagub bahwa Kabupaten Barito Timur menjadi salah satu daerah lumbung pangan untuk Prov. Kalteng khususnya pertanian dalam arti luas.

Di sela-sela kunjungan kerjanya, nampak Wagub berbaur dengan masyarakat seraya mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia juga memberikan bantuan secara khusus kepada ibu hamil di kabupaten setempat.

Sementara itu, Pj Bupati Barito Timur Indra Gunawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Kalteng yang telah beberapa kali menggelar pasar penyeimbang di Barito Timur.

“Melalui giat ini dapat meringankan sedikit beban terhadap masyarakat di Kabupaten Barito Timur khususnya yang berada di Kecamatan Pematang Karau”, tandasnya.

Pada pasar penyeimbang di Kecamatan Pematang Karau disediakan 3000 paket sembako. Paket sembako yang diberikan di lokasi ini senilai 150 ribu rupiah dan mendapatkan subsidi dari Pemprov Kalteng sebesar 130 ribu rupiah, sehingga harganya cuma 20 ribu rupiah saja untuk masyarakat. Namun demikian, Gubernur memberikan subsidi lagi secara pribadi senilai 20 ribu rupiah per paket, sehingga paket sembako ini gratis. Paket sembako pada Pasar Penyeimbang tersebut berisikan beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 1 liter, sarden 1 kaleng, dan kopi 1 bungkus. (Yanti-OR1)