Ekosistem Perairan di Kota Palangka Raya Harus Tetap Lestari

Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung.

kontenkalteng.com , PALANGKA RAYA - Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung meminta pemerintah kota untuk memastikan ekosistem perairan tetap lestari.

Baca juga: Fraksi PKB DPRD Kotim, Apresiasi Digagasnya Perda Pengelolaan Air limbah Domestik

"Karena kan mayoritas warga kita ini berprofesi sebagai nelayan. Jadi aktivitas perairan harus dijaga agar tindakan yang membuat sungai atau danau rusak itu tidak terjadi," katanya, Selasa (17/6/2025).

Dia mengaku masih kerap mendapatkan keluhan dari warga terkait masih adanya penangkapan ikan dengan cara yang merusak lingkungan, seperti racun dan setrum.

Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya merusak keseimbangan ekosistem, tetapi juga mengancam keberlangsungan sumber daya perairan yang menjadi andalan mata pencaharian warga.

"Jadi dinas terkait harus turun untuk meningkatkan pengawasan serta bertindak cepat dan tegas jka menemukan praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan," ucapnya.

Namun Nenie juga mengungkapkan, penindakan saja tidak cukup untuk memberikan efek jera bagi para pelaku, untuk itu perlu adanya edukasi yang gencar oleh pemerintah.

Ia menyarankan, pemerintah dalam melakukan edukasi dengan pendekatan persuasif kepada warga, terutama para nelayan tradisional, juga harus dilakukan secaraberkelanjutan agar kesadaran kolektif mengenai pentingnya ekosistem perairan dapat tumbuh.

"Kita harus pikirkan masa depan. Jangan hanya memikirkan apa yang kita dapat hari ini, tetapi merusak lingkungan yang berdampak ke masa depan. Sumber daya alam ini bukan hanya milik kita, tapi juga anak cucu kita," ujarnya.

Nenie juga mengajak seluruh elemen, untuk berperan aktif menjaga kelestarian perairan, serta melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas ilegal sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Ia menekankan, DPRD Kota Palangka Raya pun siap mendorong penguatan regulasi dan kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan, agar sektor perikanan tetap berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Jadi percuma saja kalau pemerintah selalu menebar bibit ikan di sungai dan danau, tetapi mereka oknum ini mencari ikan dengan cara yang merusak ekosistemnya," pungkasnya. (Sur/OR1)