Aktifitas nelayan Kumai yang tidak bisa melaut karena kondisi cuaca yang tidak baik
Kontenkalteng.com , Palangka Raya - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Kumai melaporkan terjadinya penurunan produksi penangkapan ikan yang signifikan pada nelayan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat , (Kobar) Provinsi Kalteng, akibat kondisi cuaca buruk melanda perairan Kumai dalam beberapa pekan terakhir, sehingga para nelayan tidak bisa melaut.
Baca juga: Mesin Mati dan Cuaca Buruk, 7 Kru Tagboat Putra Abadi -77 Dievakuasi Ke Kumai Pangkalan Bun
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng H.Darliansjah , Kamis (20/3/2025).
Menurut Darliansjah, gelombang tinggi dan angin kencang telah menghambat aktivitas melaut yang menyebabkan penurunan drastis pada hasil tangkapan ikan nelayan Kumai dan sekitarnya.
"Kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini sangat berdampak pada pendapatan nelayan. Banyak dari mereka yang tidak bisa melaut karena terlalu berbahaya. Akibatnya, hasil tangkapan ikan menurun cukup signifikan," ujar Darliansjah.
Menurutnya, penurunan hasil tangkapan ini berdampak langsung pada pendapatan para nelayan. Banyak dari mereka yang terpaksa tidak melaut sehingga mempengaruhi pendapatan nelayan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui UPT PP Kumai sedang berupaya untuk memberikan bantuan kepada para nelayan yang terdampak.
“Kami juga mengimbau agar nelayan selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG, dan tidak memaksakan diri untuk melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan," tambah Darliansjah.
“Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, para nelayan Kumai berharap agar cuaca segera membaik, sehingga mereka dapat kembali melaut dan mencari nafkah untuk keluarga mereka,” tandas Darliansjah.(Sur/OR2)