Sahli Yuas Elko saat mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual
kontenkalteng.com , Palangka Raya - Sahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, mengatakan bahwa pada minggu IV Februari Indeks Perkembangan Harga (IPH) Bahan Pangan Kalteng adalah -1,50%, dan di Barito Utara IPH juga turun.
Baca juga: Pemprov Kalteng dan Kemendagri Bahas Perkembangan Inflasi Minggu Ke-3 Februari 2024
“Hal ini merupakan langkah awal yang baik di Provinsi Kalimantan Tengah” kata Yuas Elko usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Irjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara virtual di Ruang Bajakah Lt. II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (26/2/2023).
Dan mudah-mudahan dengan kesiapan kita bersama, inflasi di Kalteng akan aman, tuturnya.
“Kita tinggal sidak lapangan dan langkah tindaklanjut dinas terkait, untuk itu kita perlu menyiapkan data-data penyaluran beras SPHP, jagung dan alokasi anggaran agar dilaporkan kepada pimpinan” tutur Yuas.
Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Pudji Ismartini dalam paparannya mengungkapkan, bahwa secara nasional jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH sampai dengan minggu keempat Februari terus naik dibandingkan pada minggu-minggu sebelumnya. “Pada minggu ke IV bulan Februari ini kenaikan IPH terus meningkat pada banyak wilayah yaitu mencapai 222 kabupaten/kota, sementara di minggu sebelumnya sebanyak 175 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, dalam 4 (empat) minggu di bulan Februari 2024 beberapa komoditas pangan menunjukkan tren peningkatan harga yaitu beras, cabe merah, telur ayam ras dan daging ayam ras. IPH Umum sebagai agregat 20 komoditas pangan, maupun IPH komoditas terlihat mengalami lanjutan tren peningkatan selama bulan Februari.
“Mengingat minggu ke empat sebagai proxy Month to Month untuk inflasi bulanan pada 20 komoditas pangan yang dipantau, maka sudah terlihat potensi inflasi dari komoditas-komoditas tersebut. Sehingga perlu langkah nyata untuk menahan laju peningkatan, agar tidak berlanjut diawal bulan depan (Maret 2024)” pungkasnya.(Sur/OR1)