ilustrasi (pixabay)
PALANGKA RAYA - Dinas Kesehatan Kalteng menduga semakin meningkatkanya kasus Covid-19 dalam beberapa hari belakangan ini diduga akibat ditularkan oleh klaster keluarga.
Baca juga: Rentan Kluster Baru Covid-19, Disdik Diminta Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
“Kasus positif covid-19 Kalteng) akhir-akhir ini bersumber dari klaster keluarga yang baru pulang dari perjalanan luar daerah,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul saat dihubungi, Rabu (2/2/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul (dok. Diskominfosantik Kalteng)
Untuk diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 Kalteng melonjak tajam. Setelah sehari sebelumnya (Senin, 31/1/2022) 7 kasus, pada Selasa (1/2/2022) melonjak menjadi 26 kasus.
Kota Palangka Raya masih yang terbanyak dengan 17 kasus atau semakin bertambah bila dibandingkan sehari sebelumnya (Senin, 31/1/2022) yang hanya 5 kasus .
Suyuti Syamsul juga menegaskan, diperkirakan puncak kasus covid-19 Kalteng akan terjadi pada akhir bulan Febuari 2022 ini.
“Sesuai dengan data epidemiology, puncak kasus (Covid-19) di Kalteng kan terjadi antara akhir bulan Febuari dan Awal Maret 2022,”jelasnya.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Civid-19 Kalteng, Selasa (1/2/2022) Palangka Raya terbanyak kasus Covid-19 dengan 17 kasus, Kabupaten Kapuas 6 kasus, Kabupaten Sukamara 1 kasus, Kabupaten Seruyan 1 kasus dan Kabupaten Gunung Mas 1 kasus.
Sedangkan kasus sembuh covid-19 bertambah 1 kasus di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Berikut data akumulas perkembangan covid-19 Kalteng Selasa (1/2/2022) pukul 16.00 WIB.
1. Kasus positif bertambah jadi 26 kasus dan total 46.804 kasus
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 1 orang dan total 45.151 kasus
3. Meninggal dunia 1.591 kasus. (OR2)