Kepala Palaksana BPBD Kotim, Multazam K. Anwar
kontenkalteng.com , Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) telah mensiagakan delapan Posko Masyarakat Peduli Api (MPA). Ini dilakukan mengingat kabupaten tersebut memasuki musim kemarau yang rawan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Tim Siaga On Call Polres Seruyan Sambangi Pos Masyarakat Peduli Api (MPA)
"Pantauan kami pagi ini menunjukkan tidak ada potensi hujan. Hanya sedikit awan terdeteksi di wilayah Antang Kalang, namun itu pun belum bisa dikategorikan sebagai awan hujan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Kamis, (12/6/2025).
Kedelapan posko tersebut tersebar di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Seranau, Kota Besi, Cempaga, dan Parenggean. Setiap posko didukung lima personel masyarakat, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Tugas utama posko MPA adalah pemantauan, pencegahan, dan penanganan awal karhutla. Apabila eskalasi karhutla meningkat, BPBD akan turun langsung untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Multazam mengakui tantangan dalam penanganan karhutla di Kotim, yaitu kondisi geografis yang menyebabkan banyak wilayah sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Apabila diperlukan, akan digunakan pemadaman udara menggunakan heli water bombing seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2023,” tambahnya.
Namun, penggunaan heli water bombing tergantung pemerintah pusat karena juga melayani daerah lain seperti Lamandau, Sukamara, Pangkalan Bun, dan Seruyan. Keputusan penggunaan didasarkan pada laporan situasi lapangan dari BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait.
BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk waspada dan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla. Mitigasi dan pencegahan tetap menjadi prioritas utama selama musim kemarau.(Devy/OR2)