Pemkab Kotim Terus Berupaya Pengembangan Dermaga Pelangsian

Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau Dermaga Pelangsian

kontenkalteng.com , Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya mengembangkan Dermaga Pelangsian untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan perekonomian daerah.

Baca juga: Keberadaan Dermaga Milik Pemda Bisa Jadi Pemasukan Bagi Daerah

"Dermaga Pelangsian itu miliki potensi besar terutama untuk pemasukan PAD kita. Oleh sebab itu, pemkab akan mengembangkan dermaga itu," kata Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Rody Kamislam, Senin, 2 Juni 2025.

Ia menyebut dermaga yang terletak di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu mulai berkontribusi terhadap PAD. 

Ia menyebut Dermaga Pelangsian, yang dibangun pada tahun 2014-2015 dengan dana APBN dan dihibahkan ke pemerintah daerah, telah beroperasi sejak September 2021.  Meningkatnya aktivitas bongkar muat di dermaga ini menjadi alasan utama pengembangan.

"Informasi yang kami terima, dalam satu hari itu ada tujuh sampai delapan kapal yang harus menunggu giliran bongkar di dermaga itu. Artinya kebutuhannya tinggi," jelasnya. 

Lebih lanjut, Rody menyampaikan untuk merealisasikan pengembangan, Pemerintah Kabupaten Kotim telah menjalin kerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera.  Nota kesepahaman telah ditandatangani Bupati Halikinnor di Jakarta pada Selasa (27/5).  

"Kerja sama itu akan difokuskan pada pembiayaan pengembangan, sementara pemerintah daerah akan mengurus perizinan dan dukungan lainnya," terangnya.  

Sementara, pelaksanaan teknis akan ditangani oleh BUMD PT Habaring Hurung melalui anak perusahaannya, PT Alur Mentaya Sejahtera.

 Kerja sama ini memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor 11 tahun 2013 dan Nomor 8 tahun 2017.  Sebelum pengembangan fisik dimulai, akan dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu.

"Dermaga Pelangsian akan dikembangkan lebih besar lagi supaya banyak kapal yang sandar, sehingga semakin besar pula PAD yang akan masuk ke daerah," pungkas Rody Kamislam.(Devy/OR2)