Ilustrasi pedagang ayam potong di pasar Palangka Raya (foto:kontenkalteng.com)
Palangka Raya-Pasca Natal dan Tahun Baru harga ayam di Palangka Raya masih tinggi yakni Rp 42 ribu per kg, padahal sebelum Natal dan Tahun Baru harga ayam hanya berkisar Rp 38 ribu per kg.
Baca juga: Terjun Bebas, Harga Daging Ayam di Palangka Raya Saat Ramadan Semakin Murah
Mariani (38), penjual daging ayam di Pasar Baru Palangka Raya mengaku kenaikan harga daging ayam potong ini sudah terjadi sejak awal tahun 2023 lalu.
"Kami belum tahu penyebabnya. Namun menurut kabar karena panen dan pasokan dari Kalsel agak telat. Semoga ini tidak berlarut larut. Karena kami juga akan rugi,"ujarnya, Jumat (13/1/2023).
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya Samsul Rizal mengaku masih tingginya harga ayam ini hasil sidak Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, TNI serta Polri di dua pasar yang ada yakni Pasar Besar dan Pasar Kahayan, (Rabu,11/1/2023).
“Harga Bahan pokok di Pasar Besar dan Pasar Kahayan setelah Nataru masih dalam kondisi stabil. Hanya saja masih ada kenaikan harga ayam dari sebelumnya Rp38 ribu menjadi Rp42 ribu per kilogram,” ucap Samsul Rizal.
Dalam sidak tersebut kebutuhan pangan seperti hortikultura pada nataru dan awal 2023 sempat mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan.
Dikatakan Samsul, pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan pegawasan kestabilan harga dan ketersediaan kebutuhan pangan di pasar.
“Sesuai dengan tugas pokok dinas kami , maka kami akan terus memonitor stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat, sehingga inflasi dapat terkendali,” pungkasnya.(sur-OR1)