Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran (foto Diskominfosantik Kalteng)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng segera malakukan pengerukan 3 muara sungai besar pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, Mentaya dan Kumai.
Baca juga: Wisata Air Hitam Sebangau, Antara Berkah dan Sejuta Asa
Solusi ini diambil karena Jalur pelayaran di muara sungai di Provinsi Kalteng belum mampu dilayari oleh kapal-kapal besar, selain itu juga agar memudahkan arus keluar masuk barang melalui jalur air baik laut dan sungai.
“Hilirisasi Industri sangat membutuhkan alur distribusi dengan dukungan fasilitas perhubungan, salah satunya adalah perhubungan laut melalui pembangunan pelabuhan utama,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.
Metodenya ship to ship delivery atau STS untuk mendukung kelancaran arus barang baik dari dan keluar Provinsi Kalteng, dimana sejumlah sungai perlu dilakukan pengerukan, jelasnya.
Gubernur yang memimpin rakor teknis optimalisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Perhubungan dan rencana pengerukan sungai dan pengembangan pelabuhan di Provinsi Kalteng, Kamis (23/12), juga menjelaskan, Pemrov Kalteng berkomitmen untuk meningkatkan PAD dari sektor-sektor unggulan di Provinsi Kalteng, salah satunya adalah melalui hilirisasi industry,ujarnya seperti melansir laman resmi Diskominfosantik Kalteng.
(foto Biro Adpim Pemprov Kalteng )
“Dalam mendukung Hilirisasi industry, Pemprov Kalteng telah melakukan moratorium terhadap komoditas dari Sumber Daya Alam Kalteng untuk keluar dari Kalteng dalam bentuk bahan mentah seperti Kayu Log, Bauksit,”.
Kemudian inisiasi pembentukan Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu (KAPET) kepada Bappenas dan Kemenko Perekonomian dengan semangat pembangunan suatu kawasan yang terdiri atas beberapa industri secara terpadu dan terintegrasi.
“Hal ini telah mendapatkan respon baik dari dua kementerian tersebut melalui fasilitasi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),”jelas Sugianto.
Sementara itu menurut Pj. Sekda Pemprov Kalteng H. Nuryakin mengatakan rakornis ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut kunjungan Pemprov Kalteng ke PT Pelindo Sub Regional Kalimantan di Banjarmasin pada tanggal 18 Desember 2021 untuk melihat secara langsung pola manajemen kepelabuhanan di bawah pengelolaan PT. Pelindo Sub Regional Kalimantan baik di pelabuhan trisakti maupun di pelabuhan taboneo.